Pengembangan Wisata Bahari Dalam Pengelolaan Sumberdaya Pulau-Pulau Kecil Berbasis Ekologi: Studi Kasus Pulau Sebesi Provinsi Lampung

Pulau Sebesi merupakan satu-satunya pulau di sekitar Gunung Krakatau yang berpenghuni. Pulau Sebesi berpotensi untuk dikembangkan menjadi salah satu Objek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) yang berbasis pada ekologi. Hampir seluruh Pulau Sebesi dikelilingi oleh terumbu karang yang dapat ditemukan sampai kedalaman 10 meter dari permukaan laut. Ikan karang yang ditemukan di daerah terumbu karang Pulau Sebesi sebanyak 168 spesies dalam 28 famili. Luas wilayah Pulau Sebesi adalah 2.620 ha dengan panjang pantai 19.55 km. Sebagian besar daratan Pulau Sebesi tersusun dari endapan gunung api muda dan merupakan daratan perbukitan. Bukit tertinggi di Pulau Sebesi mencapai 884 meter dari permukaan laut dengan bentuk kerucut yang mempunyai tiga puncak (Wiryawan et al. 2002). Dinas Pariwisata Lampung Selatan (2008) menyatakan bahwa berbagai objek wisata yang telah ada di Pulau Sebesi adalah snorkling, diving, fishing, swimming, berperahu motor, menikmati panorama alam, trekking dan hunting. Salah satu pantai yang mempunyai pemandangan yang indah dan langsung berhadapan langsung dengan Gunung Krakatau adalah pantai Gubuk Seng serta Segenom Ujung juga ada pantai yang langsung berhadapan dengan Pulau Sebuku. Selain melihat pemandangan, berfoto-foto dan juga memancing. Pulau Sebesi memiliki potensi wisata yang lengkap dan beragam. Jika dikelompokkan ada 2 bentuk wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan yaitu wisata bahari dan wisata alam petualangan (trikking dan berburu hewan liar). Tahun 2008 Pulau Sebesi telah ditetapkan menjadi salah satu Objek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) di Kabupaten Lampung Selatan. Namun, potensi sumberdaya wisata bahari belum dimanfaatkan secara optimal. Belum optimalnya kegiatan wisata disebabkan kurangnya dukungan pemerintah dalam mengembangkan Pulau Sebesi menjadi suatu kawasan wisata bahari. Dukungan pemerintah dalam hal ketersediaan fasilitas yang mendukung perjalanan wisata bahari dan yang telah ada kondisinya tidak memadai. Kegiatan wisata dijalankan hanya dengan fasilitas yang seadanya, ditambah lagi dengan masih rendahnya kualitas sumberdaya manusia di Pulau Sebesi sehingga belum berkembang menjadi suatu kawasan wisata khususnya wisata bahari untuk diving dan snorkling. Maka saat ini kebutuhan akan data dan informasi tentang kondisi dan keberadaan sumberdaya pulau-pulau kecil termasuk kesesuaian kawasan dan daya dukung Pulau Sebesi penting untuk dimiliki dalam pengembangan wisata bahari nantinya.

 

Johan, Yar. 2011. Pengembangan Wisata Bahari Dalam Pengelolaan Sumberdaya Pulau-Pulau Kecil Berbasis Ekologi: Studi Kasus Pulau Sebesi Provinsi Lampung. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

(Sumber: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/50748)


Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

  • IPB Badge